BANDAR LAMPUNG –Kopaja.web.id Komitmen peningkatan kapasitas digital sekolah terus diperkuat. Yayasan Xaverius Tanjungkarang menggandeng Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya dengan menghadirkan Dr. Anggalia Wibasuri, S.Kom., M.M. sebagai narasumber dalam pelatihan pengelolaan website dan media sosial sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Xaverius Way Halim pada Senin (20/4/26) ini diikuti 48 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, serta tim media dari 25 unit sekolah Yayasan Xaverius di Lampung. Pelatihan ini difokuskan pada penguatan strategi pengelolaan media digital sekolah agar lebih adaptif dan berdaya saing. Dr. Anggalia turut didampingi oleh Staf Direktorat Humas, Kerjasama, dan Pemasaran (HKP) IIB Darmajaya, Citra Ayu Santhika, S.T.P.
Dalam pemaparannya, Dr. Anggalia, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Manajemen, menegaskan pentingnya membangun branding sekolah berbasis nilai dan kepercayaan. Menurutnya, kehadiran digital saat ini menjadi representasi utama sebuah institusi pendidikan.
“Sekolah harus mampu menghadirkan identitas yang kuat dan konsisten di ruang digital. Bukan sekadar aktif, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konten yang autentik dan bernilai,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa strategi komunikasi yang tepat akan membantu sekolah memperkuat citra serta meningkatkan engagement dengan masyarakat. Secara tidak langsung, Dr. Anggalia menekankan bahwa perubahan mindset menjadi fondasi utama dalam pengelolaan media yang profesional.
Sementara itu, Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, Andreas Sutrisno, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya yayasan dalam menjawab tantangan transformasi digital di dunia pendidikan.
“Kami ingin seluruh sekolah di bawah naungan yayasan mampu berkembang mengikuti zaman, khususnya dalam hal pengelolaan media informasi yang efektif dan modern,” katanya.
Ia juga menilai kolaborasi dengan IIB Darmajaya membuka peluang besar untuk kerja sama berkelanjutan, mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga pendampingan sekolah. Secara tidak langsung, Andreas melihat sinergi ini sebagai langkah strategis untuk mendorong kualitas pendidikan yang lebih maju.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengelola website dan media sosial sekolah secara lebih profesional, tidak hanya sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagai alat membangun reputasi dan kepercayaan publik di era digital.
Bersama Yayasan Xaverius Tanjungkarang, Dosen Darmajaya Kupas Tuntas Branding Sekolah di Era Digital







