TIONGKOK –Kopaja.web.id Dua mahasiswa Program Studi Sistem Informasi/Inovasi Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Kaneziro Kolungga dan Naria Tazkia Maharani, saat ini telah berada di Nantong Vocational University (NTVU), Tiongkok. Keduanya sedang menjalani perkuliahan selama satu semester dalam Program Student Mobility tahun 2026.
Program Student Mobility ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan pengalaman akademik sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar di lingkungan internasional serta membangun jejaring global yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan karier di masa depan.
Salah satu pengalaman menarik yang dirasakan selama perkuliahan adalah mempelajari tulisan tradisional Tiongkok. Selain itu, mereka juga berada dalam satu kelas bersama mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Afrika, Uzbekistan, Laos, dan negara lainnya. Suasana kelas terasa sangat menyenangkan karena para mahasiswa saling menyapa, mengobrol, dan bercanda bersama.
“Di kelas seru banget, kita bisa saling sapa, ngobrol, bahkan ketawa bareng teman-teman dari luar negeri. Dosen juga menjelaskan materi sambil bercanda, jadi itu jadi kelas yang paling seru,” ungkap mereka saat diwawancarai pada Kamis (9/4/26).
Kaneziro Kolungga dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga berprestasi di dunia e-sports, khususnya gim Tekken 8. Ia telah meraih prestasi di tingkat kota dan provinsi. Konsistensi, mental kompetitif, serta disiplin yang ia bangun melalui e-sports menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan perkuliahan di luar negeri.
Sementara itu, Naria Tazkia Maharani juga menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan diri, baik di bidang akademik maupun organisasi. Ia aktif dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025 melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Darmajaya Computer & Film Club (DCFC), yang berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Naria menyampaikan bahwa program ini menjadi peluang berharga untuk meningkatkan kapasitas diri. “Saya ingin memperluas wawasan, meningkatkan soft skill seperti komunikasi, adaptasi, serta kerja sama lintas budaya, dan membangun relasi global yang bermanfaat bagi masa depan,” jelasnya.
Keikutsertaan Kaneziro dan Naria dalam Program Student Mobility 2026 ini menjadi bukti bahwa mahasiswa IIB Darmajaya mampu bersaing dan beradaptasi di kancah internasional. Pihak kampus berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berani mengambil peluang global.
Darmajaya Mendunia! Dua Mahasiswa Sistem Informasi/Inovasi Digital Kuliah di Kampus Tiongkok







