BANDAR LAMPUNG —Kopaja.web.id Menjelang peringatan Wafat Yesus Kristus pada Jumat, 3 April 2026, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Mahasiswa Kristiani (Himkris) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Matthew Alexander Nicholas, mengajak generasi Z untuk tidak sekadar mengenang, tetapi juga memaknai peristiwa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Matthew menekankan bahwa Wafat Yesus bukan hanya peristiwa religius, melainkan simbol kasih dan pengorbanan yang relevan lintas zaman. “Makna utama dari Wafat Yesus adalah kasih yang tanpa syarat dan pengorbanan yang tulus. Ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupi, terutama oleh generasi muda saat ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemaknaan tersebut sejalan dengan cara generasi Z memahami peristiwa ini. Menurutnya, wafat Yesus memiliki makna mendalam sebagai bentuk kasih yang nyata. “Kalau dari kami sebagai Gen Z, wafat Yesus Kristus itu bermakna tentang pengorbanan Yesus untuk menyelamatkan orang-orang yang dikasihi-Nya,” kata Matthew.
Ia menilai, di tengah era digital yang serba cepat dan individualistis, generasi Z justru memiliki peluang besar untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam bentuk nyata. Menurutnya, empati, kepedulian sosial, dan keberanian untuk berbuat benar adalah bentuk sederhana dari penghayatan iman.
Matthew juga menyampaikan bahwa generasi Z sering kali dihadapkan pada tekanan sosial dan tuntutan eksistensi di media sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa makna Wafat Yesus justru mengajarkan kerendahan hati dan keikhlasan. Ia mengatakan bahwa pengorbanan tidak selalu berarti hal besar, tetapi bisa dimulai dari hal kecil seperti membantu sesama tanpa pamrih.
Selain itu, Matthew juga mengapresiasi peran kampus Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya yang dinilainya telah memfasilitasi mahasiswa Kristiani dalam mengembangkan iman dan kebersamaan. Ia menyebut keberadaan UKM Himkris menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk bertumbuh secara spiritual sekaligus mempererat solidaritas.
Menurutnya, dukungan kampus melalui berbagai kegiatan kerohanian dan ruang berekspresi membuat mahasiswa dapat menjalani kehidupan perkuliahan yang seimbang antara akademik dan spiritual. “Kampus IIB Darmajaya sudah sangat memfasilitasi kami sebagai mahasiswa Kristiani untuk bertumbuh, baik dalam iman maupun kebersamaan. Ini menjadi ruang yang positif bagi kami,” ungkapnya.
UKM Himkris Darmajaya: Cara Gen Z Memaknai Wafat Yesus Saat Ini






